Ide Tempat Rekreasi Manado Yang Selalu Indah Dikunjungi

Pergerakan lingkungan sebagai support pada ide ekowisata kembali akan diadakan oleh beberapa aktivis lingkungan dengan berbagai Ide Tempat Rekreasi Manado.

Sasarannya ialah menanam 2000 bibit mangorve di pesisir pantai utara Kota Manado, persisnya di pantai Bahowo, Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken.

Ide Tempat Rekreasi Manado Yang Selalu Indah Dikunjungi Oleh Wisatawan

Rimba mangrove jadi kunci pertahanan benteng pesisir Sulawesi Utara dari beragam teror peralihan laut dan teritori pesisir.

Aktivitas yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Sulut ini menggandeng beberapa stakeholder yang lain seperti Manengkel Kebersamaan, Barisan Tunas Baru Bahowo, Pemerintahan Kota Manado dan Pertamina Geotermal.

Turut juga dalam tindakan itu kelompok-kelompok pencinta alam dan komune masyarakat yang perduli kelestarian lingkungan.

Penyeleksian Bahowo sebagai lokasi penanaman mangrove, menurut Tasidjawa karena daerah itu masuk ke teritori Taman Nasional Laut Bunaken dan jadi lokasi paling akhir mangrove di Kota Manado.

Ide ekowisata dengan memerhatikan daya bantu lingkungan dan penyertaan warga sedang didorong oleh beberapa faksi. Ide itu perlu disokong dengan usaha menjaga ekosistem pesisir yang lestari, terhitung mangrove.

“Ini sebagai sisi dari pembelajaran lingkungan untuk warga Kota Manado dan warga yang tinggal di pesisir secara umum di Sulawesi Utara,” terang Tasidjawa.

Warga Bahowo sendiri benar-benar memberikan dukungan tindakan ini. Telah tercipta barisan sadar lingkungan dan sadar rekreasi dengan support pemerintahan kelurahan.

Tujuan Rekreasi Bisa Potongan Harga Ticket Pesawat, Terhitung Manado

Menteri Perhubungan Budi Kreasi Sumadi menjelaskan, pemberian potongan harga itu mulainya berlaku ini hari, Minggu, 1 Maret 2020, sama sesuai instruksi dari Presiden Joko Widodo.

Pemberian potongan harga itu berlaku sampai Mei 2020.

“Pak Presiden langsung pimpin 2x rapat terbatas, di mana memberi keringanan untuk wisatawan lokal ke 10 tujuan,” tutur Budi, Sabtu (29/2) diambil dari Kompas.com.

Untuk stimulan pemberian potongan harga ini, pemerintahan sudah membudgetkan.membujetkan dana sejumlah Rp 500 miliar.

Potongan harga yang diberi berbentuk diskon sejumlah 50 % dari harga ticket dengan perincian 30 % diberi pemerintahan dan bekasnya diberi oleh operator dari lapangan terbang dan PT Pertamina untuk bahan bakar avtur.

Adapun peraturan pemberian potongan harga ticket pesawat itu mempunyai tujuan mengangkat pariwisata di 10 tujuan, karena terimbas virus corona.

Di Manado yang umumnya ramai dengan wisatawan Tiongkok, sekarang hampir tidak kelihatan kembali karena penangguhan semua penerbangan dari Tiongkok.

Di Bali, gerakan pesawat yang umumnya capai 470-480, sekarang menyusut cuman sekitaran 400 gerakan. Wisatawan di Lombok juga berkurang sekitaran 20 %.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Novie Riyanto menjelaskan arah dari stimulan ini untuk menggerakkan pelancong lokal.

Harga Rp 900 ribu sampai Rp 1 juta-an

Dicheck di website Traveloka, harga untuk ticket pesawat Jakarta – Manado untuk penerbangan 4 Maret, paling rendah Rp 1.082.000 untuk penerbangan Lion Air pada jam 08.15.

Sementara bila untuk pembelian satu minggu ke depan, untuk jalur Manado – Jakarta pada 11 Maret, harga paling rendah Rp 917.500 untuk penerbangan Citilink pada jam 13.30.

Maya, yang layani biro perjalanan keluar negeri terutamanya ke Jepang, akui peraturan ini akan menggerakkan warga ambil paket perjalanan.

Peluasan Lapangan terbang Sam Ratulangi Manado akan selesai Maret 2021

Wabah Covid-19 jadi masalah tehnis seperti ada ketertinggalan untuk datangkan material, alat, dan tes material. Dalam pada itu, General Manajer Lapangan terbang Sam Ratulangi Manado, Minggus ET Gandeguai mengharap karena ada scheduling ulangi itu project peluasan lapangan terbang dapat kembali berjalan mulus. Tentu saja dengan masih tetap mengaplikasikan prosedur kesehatan yang ketat.

Walau di tengah-tengah keadaan wabah Covid-19 PT Angkasa Pura I (AP I) terus memacu tugas project peluasan terminal Lapangan terbang Sam Ratulangi Manado. Sampai 13 Desember 2020, terdaftar progress pembangunannya sudah capai 78,8 %.

Ugik Sugiarta, Proyek Manajer Adhi Kreasi sebagai eksekutor project peluasan Lapangan terbang Sam Ratulangi Manado menjelaskan, project yang sedang jalan ini akan tingkatkan kemampuan lapangan terbang jadi 2x lipat.

Terminal penumpang yang awalnya mempunyai luas 26.481 mtr. persegi dengan kemampuan cuman 2,enam juta penumpang /tahun, akan diperlebar jadi 57.296 mtr. persegi dengan kemampuan 5,tujuh juta penumpang /tahun. Penuntasan project Lapangan terbang Sam Ratulangi ini gagasannya direncanakan akan usai di bulan Maret 2021.

“Ada wabah Covid-19 ini tentu saja berpengaruh pada penuntasan project lapangan terbang yang pada akhirnya harus terpaksa direncanakan ulangi. Kami harus sesuaikan dan menyesuaikan dengan keadaan sekarang ini dalam tiap penerapan tugas project,” katanya.

Wabah Covid-19 jadi masalah tehnis seperti ada ketertinggalan untuk datangkan material, alat, dan tes material.

“Iya, karena ada peraturan limitasi dari negara asal, karena mayoritas alat dikirim langsung di luar negeri,” kata Ugik.

General Manajer Lapangan terbang Sam Ratulangi Manado, Minggus ET Gandeguai, mengharap karena ada scheduling ulangi itu project peluasan lapangan terbang dapat kembali berjalan mulus. Tentu saja dengan masih tetap mengaplikasikan prosedur kesehatan yang ketat.

“Kami tidak inginkan terbentuknya cluster dalam pembangunan peluasan lapangan terbang ini. Karena itu tugas harus betul-betul mengaplikasikan prosedur kesehatan,” kata Minggus.

Ia mengharap tugas dapat usai sama sesuai jadawal hingga Lapangan terbang Sam Ratulangi Manado bisa selekasnya menyongsong beberapa pemakai jasa dengan ide baru yang lebih kekinian namun tetap menunjukkan nuansa wilayah dalam ornament yang berada di dalam lapangan terbang.

Adapun sentuhan wilayah akan terlihat di beberapa pojok lapangan terbang, sama dalam tempat check-in yang mempunyai ornament berbentuk pohon kelapa dan beragam pojok yang lain yang tampilkan nuansa tradisionil berbentuk batik Tarawesan Pareday dan Bentenan dari Sulawesi Utara (Sulut).

Dalam periode panjang, jelasnya, kekuatan perkembangan industri pariwisata Sulut percaya diri akan tumbuh lumayan tinggi. Maka dari itu, semenjak ground breaking atau penempatan batu pertama pada 9 Maret 2020, faksinya masih tetap berusaha terus kerjakan project peluasan lapangan terbang ini dengan mengaplikasikan beberapa rekonsilasi.

baca juga : Bantu Pariwisata Kota Manado